Jakarta – Penggunaan gambar buah semangka kini menjadi tren di media sosial karena dijadikan bentuk dukungan kemanusian global kepada warga Palestina. 

Sebab, hingga memasuki pekan ketiga, tentara Israel kian menggempur wilayah Gaza. Kementrian Kesehatan Palestina mencatat, hingga kini korban tewas mencapai 9.061 orang.

Bagi warga Palestina, semangka sendiri melambangkan sebuah identitas dan budaya yang kuat. Sebab, semangka menjadi buah yang banyak tumbuh di tanah Palestina dari Jenin hingga Gaza.

Selain itu, warna dari semangka yang identik dengan merah, hijau, putih dan hitam selaras dengan warna bendera negeri para nabi tersebut. 

Baca juga: Ini Dia Sejarah Dibalik Gambar Semangka Pro Palestina

Menariknya, selain semangka rupanya ada deretan buah lain yang identik dengan identitas Palestina. Apa saja buah-buahan tersebut?

  1. Jeruk Jaffa

Selain semangka, belakangan Jeruk Jaffa kerap muncul di poster-poster propaganda memboikot produk Israel. Dinukil The Canadian Jewish News, bagi warga Palestina, jeruk jaffa melambangkan tanah yang hilang.

Di Palestina sendiri, jeruk jaffa sudah lama menjadi produk ekspor andalan ke berbagai negara di Timur Tengah. Sebab, jeruk ini memiliki rasa yang manis, mudah dikupas.

Namun sejak pembentukan Israel pada 1948, sebanyak 750.000 warga Palestina terusir dari tanah asli mereka sehingga menghambat produktivitas buah satu ini. Para Zionis sendiri melihat jeruk Jaffa sebagai kehebatan pertanian Yahudi.

2. Zaitun

Buah selanjutnya yang menjadi simbol negara Palestina adalah Zaitun. Buah ini menjadi komoditas penting di Palestina yang mana turut menjadi sumber mata pencaharian 100.000 keluarga. 

Diketahui, produksi zaitun telah menyumbang lebih dari 70 persen produksi buah-buahan lokal dan 14 persen perekonomian lokal. Sebab, minyak halus yang dihasilkan buah zaitun begitu laku di pasaran. 

Baca juga: 10 Produk Teknologi Israel yang Ramai Diboikot  Dunia

3. Terong

Sebagian besar warga Palestina kerap menghidangkan makanan berbahan dasar terong. Salah satu hidangan favorit mereka bernama Maqluba yakni nasi terbalik dengan terong panggang yang dicampur dengan kembang kol, wortel, dan ayam atau domba. 

Bahkan, seorang sastrawan Palestina, Edward Said menyebut, terong menjadi salah satu cara dirinya dapat terkoneksi dengan Palestina. Dirinya, begitu menyukai terong Battir.

Diketahui, Battir adalah sebuah desa kuno di Palestina dan salah satu situs warisan budaya UNESCO yang terkenal dengan terongnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top